Program Pemberdayaan Desa Kota Dumai Slideshow: Sekredumai’s trip was created with TripAdvisor TripWow!

Kamis, 08 November 2012

Pembantu Indonesia yang Jadi Miliarder di Arab

Nasib orang memang sulit ditebak. Seorang wanita TKI mendadak kaya raya setelah mendapat warisan dari suaminya, pria asal Arab Saudi yang meninggal dunia. Pria itu meninggalkan warisan senilai 6,3 juta riyal Saudi atau sekitar Rp 15,7 miliar. Juru bicara KBRI Riyadh, Hendar Pramudyo dalam siaran persnya, Rabu (11/7) menyebutkan bahwa seorang TKI pembantu rumahtangga (namanya dirahasiakan demi alasan keamanan) yang dinikahi secara resmi oleh sang majikan mendapatkan bagian warisan. Sang TKI tersebut mendapatkan sebagian warisan karena kesetiaannya melayani dan ikhlas mendampingi suami. Setahun lalu suaminya meninggal dunia. Perkawinan mereka tak dikaruniai keturunan. Sehari sebelumnya, koran lokal berbahasa Arab, Okaz memberitakan seorang pembantu rumahtangga asal Indonesia mendadak menjadi miliarder setelah memperoleh warisan dari mendiang suaminya warga Arab Saudi lebih dari 20 juta riyal atau setara Rp 50 miliar. Wanita asal Indonesia itu datang ke Arab Saudi 11 tahun silam dan bekerja pada seorang majikan pengusaha kaya yang punya banyak properti di Kota Thaif. Setelah beberapa tahun, si TKI dinikahi majikan secara resmi. Namun pernikahan tersebut tak berlangsung lama karena pria kaya itu keburu meninggal dunia. Sang suami meninggalkan warisan berupa apartemen yang tersebar di beberapa kota, beberapa bidang tanah di pinggiran jalan raya kota. Setelah delapan tahun proses perundingan tentang pembagian warisan, pengadilan setempat memutuskan melelang seluruh aset milik mendiang suaminya secara terbuka dan terjual sekitar 300 juta riyal Saudi. Hakim pengadilan tersebut, Syeikh Abdurrahman Al-Dakhil memutuskan si wanita asal Indonesia yang menjadi isteri sah almarhum berhak atas warisan senilai lebih dari 20 juta riyal.

Jumat, 26 Oktober 2012

JAMUR TIRAM


Jl. Siliwangi Tanjung Palas HP 08127593308 & 08127500107 Dumai

Minggu, 21 Oktober 2012

Download Khutbah/ Ceramah

Buya Hamka (1908-1981) lahir di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat, dan meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalahHaji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abiabuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati.Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

KH. A.F. Ghazali, da’i kondang yang sangat dicintai oleh umat. Dalam ceramahnya, KH. A.F. Ghazali lebih banyak menggunakan bahasa Sunda. Beliau selalu menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat, pandai dalam membuat analogi yang bisa dimengerti. Maret 2008 lalu sebuah buku unik berjudul The People`s Religion : The Sermons of A.F. Ghazali (Agama Rakyat: Ceramah-ceramah A.F. Ghazali) diluncurkan. Buku tersebut merupakan hasil transkripsi dari ceramah-ceramah sang dai yang selama ini terdokumentasikan dalam bentuk rekaman kaset. buku yang ditulis Julian P. Millie –peneliti dari Monash University Australia– memilih empat tema sebagai topik yang ditulis, “Ayat-ayat Allah”, “Ngabageakeun Muharam”, “Tobat”, dan “Tugas Risalah”. Hasilnya adalah satu format buku bilingual, bahasa Sunda dan bahasa Inggris.
jujun
KH. Jujun Junaedi adalah seorang da’i kondang asal Garut, Jawa Barat. Sejak usianya baru empat tahun, Jujun telah mulai menapaki karirnya sebagai seorang ‘Ajengan Cilik’. Bahkan cerita tentang lahirnya mubalig cilik, sempat menggegerkan tatar Pasundan. Sekitar tahun 1970-an, nama Jujun telah menarik perhatian umat Islam. Gebrakannya cukup berhasil. Sehingga pada waktu itu, banyak masyarakat yang membicarakan Jujun sebagai ‘anak ajaib’. Dakwah-dakwah KH. Jujun Junaedi yang unik  sangat digemari masyarakat, terutama orang Sunda. Ciri khas-nya tidak banyak dimiliki oleh kebanyakan mubalig lainnya. Selain ceramahnya yang selalu menggunakan media bahasa Sunda, Jujun pun sangat pandai membuat guyonan yang menyegarkan.
Zainuddin Muhammad Zein atau biasa dikenal sebagai KH Zainuddin MZ (lahir di Jakarta, 2 Maret 1951; umur 58 tahun) adalah seorang pemuka agama Islam di Indonesia.Pada masa kekuasaan dan pemerintahan Orde Baru, da’i kelahiran Betawi, 2 Maret 1951 ini da’wahnya menjadi menarik karena mampu menembus berbagai sektor, kalangan, dan golongan. Karena ceramahnya sering dihadiri puluhan ribu ummat, maka tak salah kalau pers menjulukinya ‘Da’i Berjuta Umat’. Namanya semakin semakin dikenal masyarakat ketika ceramahnya mulai memasuki dunia rekaman. Kasetnya beredar bukan saja di seluruh pelosok Nusantara, tapi juga ke beberapa negara Asia.
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (lahir di Rappang, Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944; umur 65 tahun) adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII (1998).Ia berasal dari keluarga keturunan Arab yang terpelajar. M.Quraish Shihab juga dikenal sebagai penulis dan penceramah yang handal. Berdasar pada latar belakang keilmuan yang kokoh yang ia tempuh melalui pendidikan formal serta ditopang oleh kemampuannya menyampaikan pendapat dan gagasan dengan bahasa yang sederhana, tetapi lugas, rasional, dan kecenderungan pemikiran yang moderat, ia tampil sebagai penceramah dan penulis yang bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat.
Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata, atau lebih dikenal dengan nama Kang Ibing, lahir di kota Sumedang, Jawa Barat, 20 Juni 1946.  Ia dikenal sebagai aktor yang membintangi beberapa film, salah satunya film Si Kabayan (1975). Kang Ibing juga dikenal sebagai pelawak yang tergabung dengan grup lawak De’Kabayan yang terdiri antara lain Aom Kusman dan Suryana Fatah. Dalam kesibukannya, Kang Ibing juga aktif memajukan kesenian Sunda. Selain main film dan melawak, Kang Ibing dikenal juga sering mengisi aktivitasnya dengan berdakwah. Dakwah Kang Ibing dengan menggunakan bahasa Sunda sangat disukai oleh masyarakat. Pribadi yang  akrab dan lucu Kang Ibing membuat ia dekat dan digemari masyarakat.

Menghapal Surat-Surat Pendek (القرآن)


Al-Qur’an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al KautsarAn-Nasr dan Al-‘Asr. Al-Mufashshal adalah surat-surat yang lebih pendek. Disebut denganmufashshal karena banyak fashal (pemisah) di antara surat-surat tersebut dengan basmalah (al-Zarqani, 1988 : I, 352). Al-Mufashshal,semua surat mulai dari surat Qaaf sampai akhir An-Naas. Hal ini menurut pendapat yang kuat. Ia terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu mufashshal panjang (dari Qaaf sampai akhir Mursalat), mufashshal pertengahan(dari An-Naba’ sampai akhir Al-Lail), mufashshal pendek (dari Adh-Dhuha sampai akhir An-Naas). 
Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada didalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu: (1) As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang), yaitu Surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa’, Al-A’raaf, Al-An’aam, Al Maa-idah dan Yunus; (2) Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu’min dan sebagainya; (3) Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), sepertiAl-Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya; (4) Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya. Nah, di bawah ini, saya punya link surat-surat pendek dalam format MP3. Bagi yang belum punya, silakan download :)
Download Al Mufashshal MP3:

Langit-Mu Terlihat Basah, Tuhan




Sebuah Kisah Kecil di Ebah
Hampir  saja saya lupa jika tanggal 15 April adalah hari kelahiran saya. Jika saja seorang teman yang jauh di sana tidak memberitahu saya tiga hari sebelumnya, saya bisa benar-benar lupa melewati tanggal istimewa itu. Saya bilang istimewa karena sepanjang hidup saya tanggal dan bulan tersebut demikian mengatur dan berkuasa atas usia saya. Saya tahu, setiap tanggal 15 April, saya mesti sadar bahwa usia selalu terus berjalan dan saya harus menghitungnya sebagai bentuk lain dari sebuah pertanyaan soal apa yang selama ini telah saya perbuat untuk hidup saya, dan untuk apa yang berada di luar diri saya. Sebab ternyata usia bukan sekedar hitungan angka-angka, tapi juga semacam ukuran untuk menilai sejauhmana perubahan kualitas hidup saya.
Menjelang tanggal 15 April tahun ini, saya melewatinya dengan duduk sendirian berlama-lama di sebuah tempat sunyi yang jauh dengan teman-teman dan keluarga saya. Seperti hari-hari sebelumnya, tanggal 15 April ini, saya menikmati senja yang turun, warna daun hijau, nyanyian burung-burung kecil, dan kerlip bintang di malam hari. Saya berjalan di melewati luas pesawahan, merasakan tiupan angin yang sejuk dan menikmati lampu-lampu berbaris di kaki-kaki gunung. Ketika malam semakin larut, saya pulang dan kembali menyelesaikan beberapa pekerjaan di depan komputer. Ah, semua laporan kegiatan harus selesai dan dikirim besok; padahal saya ingin menulis beberapa puisi dan cerita pendek.
Terkadang saya ingin melewati hari ulang tahun saya bersama orang-orang yang saya kenal baik, tapi barangkali sudah bukan saatnya lagi, tak perlu lagi. Barangkali mengingatnya saja sudah cukup; barangkali saya akan melewati malam itu seperti juga malam-malam yang lainnya, konsentrasi di depan komputer sampai menjelang shubuh, dan di separuh siang harinya melakukan hal yang sama. Tepat jam 12 malam, tanggal 15 April, saya memang menerima SMS dan telepon ucapan selamat ulang tahun. Mereka dua orang teman perempuan yang masih mengingat tanggal kelahiran saya. Mereka kirim saya doa. Setelah itu hening, seperti sejenak berjumpa dan saling menyapa dengan seseorang di sebuah tikungan jalan di malam hari, dan akhirnya berpisah. Sepi kembali.
Barangkali hidup juga seperti itu, adakalanya kita menikmati sesuatu yang ramai, riuh penuh perbincangan, saling merapat dan berdesakan, tapi kelak sendiri dan sepi. Saya mesti siap dengan hal itu. Saya tak perlu kecewa. Saya memang bisa tak punya masalah yang serius dengan kesendirian. Saya bisa belajar dan memahaminya sebagai semacam keindahan menikmati hidup dan keseharian. Tak ada janji pertemuan, tak ada jadwal yang padat di luar rumah; saya hanya terbangun dari tidur tanpa kata-kata, mandi, menyiapkan air putih, membuka buku dalam beberapa menit, dan menerima telepon dalam suasana ruangan yang saya sukai. Hal itu sudah cukup bagi saya. Tapi di hari yang bagi saya sangat istimewa kali ini, ternyata tiba-tiba saya membutuhkan sesuatu yang lebih, barangkali tak hanya sekedar kata.
Tanggal 15 April, saya bangun pagi lebih awal karena beberapa SMS membangunkan saya. Ucapan selamat ulang tahun dari beberapa teman, dan saya kirim mereka ucapan terima kasih, tentu saja, dengan bahasa yang berbeda. Saya ingat, sampai hari menjelang siang, beberapa teman yang saya kenal dekat belum mendoakan saya di hari ulang tahun kali ini, juga keluarga saya. Ah, mungkin mereka lupa. Tak perlu lah saya beritahu mereka, mungkin tak penting. Bahkan orang-orang di kantor Sapa pun tak mengucapkan selamat ulang tahun pada saya. Tak apalah. Mereka lupa dan saya tahu mereka masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Lalu saya iseng buka Facebook yang sudah lama tak saya tengok, Wah rupanya banyak ucapan selamat ulang tahun dari beberapa teman online, tak ketinggalan ucapan singkat si Kakak yang belakangan ini sempat lelah menyuruh saya membereskan kuliah. Ya, kuliah. Tak heran jika dari sekian banyak SMS ucapan ulang tahun, mereka hampir semua mendoakan saya agar cepat lulus kuliah. Ada apa dengan kuliah saya? :( Hm, saya sih berharap di hari ulang tahun ini, mereka tak perlu terlalu detil bicara soal isu mengerikan seperti itu. Tak enak di dengar. Hiks.
Ah, mendadak saya kangen rumah. Sudah lama tak pulang. Saya rindu orang tua saya. Ingatkah mereka bahwa hari ini adalah hari ulang tahun saya, adalah tanggal ketika mereka melahirkan saya? Sedang apa mereka sekarang? Ingatkah mereka pada saya? Ataukah mereka sudah sangat kecewa pada saya? Kenapa sampai saat ini…ah, sudahlah. Saya mendoakan mereka baik-baik saja, sehat. Hm, saya sempat berpikir, ternyata hari-hari penting milik kita juga bisa menjelaskan sejauhmana hubungan kita dengan orang lain. Banyakkah orang lain yang mengingat hari-hari penting kita? Seperti juga ingatkah sang suami atau istri pada hari pernikahan mereka atau ulang tahun pasangan mereka? Saya pikir, jika semua itu berjalan seperti apa yang kita harapkan, kita bisa memiliki perasaan-perasaan sangat baik dan penting.
Seharusnya di tanggal 15 April ini saya mesti gembira. Tapi menjelang sore ada kejadian yang mengejutkan saya, sangat menyedihkan saya. Ketika itu saya sedang berusaha meng-convert beberapa video kegiatan untuk disertakan dalam laporan, tapi ternyata tak memungkinkan untuk dikirim hari itu karena belum kelar. Akhirnya saya dan Neng Siti memutuskan untuk keluar mengirim laporan kegiatan via TIKI, dan meninggalkan kantor Sapa dalam keadaan kosong. Saya keluar lewat pintu belakang dan lupa mengunci pintu depan. Hampir tiga jam kami berdua di luar. Akhirnya saya antar Neng Siti pulang, ke terminal menuju rumahnya, setelah itu saya buru-buru balik sendiri ke kantor Sapa karena mesti membereskan editing video. Betapa terkejut saya ketika melihat pintu depan agak terbuka. Setelah parkir motor, saya buru-buru menerobos ke dalam… Ya Tuhan, laptop dan kamera sudah tak ada di tempatnya lagi! Saya langsung curiga ada pencuri masuk dan mencuri barang-barang berharga di dalam kantor. Saya terkulai lemas. Ya Tuhan, cobaan apa ini…
Saya langsung datang ke rumah Sri dan menanyakan keberadaan laptop, barangkali dia ke kantor dan menyimpan laptop dan kamera di tempat yang aman. Tapi Sri bilang tak tahu. Saya mulai bingung. Lalu saya coba telpon Budi barangkali dia sempat datang, masuk kantor lalu pinjam laptop dan kamera. Tapi nomornya tak aktif. Di kantor saya bingung sendirian. Telepon kantor berbunyi, mengejutkan saya. Neng Siti menelepon dan menanyakan apa saya sudah sampai ke kantor. Saya bilang padanya pintu depan terbuka, laptop-kamera hilang. Neng Siti ikut bingung dan dia balik lagi ke kantor, padahal di luar sudah mulai hujan.
Setelah Neng Siti sampai di kantor, kami berusaha mencari keberadaan laptop dan kamera. Tapi tetap tak ada. Kemudian Neng Siti menemui Sri dan meninggalkan saya sendirian di kantor. Saya bingung. Stress. Siapa yang berani-beraninya masuk kantor, mencuri laptop dan kamera? Saya bingung karena di laptop kantor itu penuh data dan dokumen penting Sapa, jika hilang, bisa gawat. Saya merasakan kepala saya saat itu seperti dihimpit dua benda yang sangat berat. Sakit. Stress. Lalu saya menyusul Neng Siti ke rumah Sri, keduanya tampak mengobrol serius ketika saya datang. Saya tanya kembali tentang laptop, Sri bilang tidak tahu dan dia malah bicara soal data-data penting yang ikut hilang di laptop. Saya semakin tegang. Pusing bukan kepalang.
Saya gelisah. Saya coba kembali kontak Budi, siapa tahu dia pinjam laptop dan kamera, atau menyimpannya di suatu tempat. Tapi hp nya masih saja tak aktif. Saya SMS, pending. Jam 9 malam, pesan saya terkirim. Tapi Budi bilang tak tahu. Makin kaget lah saya. Bingung. Saya orang yang paling bertanggung jawab dalam kejadian ini, karena  beberapa hari terakhir ini saya tinggal di kantor sendirian dan terakhir meninggalkan kantor sebelum kehilangan itu. Duh, bagaimana saya harus menjelaskan semua ini pada Sri dan Ciwong, juga pada yang lainnya? Saya harus ngomong apa jika mereka nanti berkumpul lagi? Data-data itu, video-video buat laporan… Akh! Saya bingung. Takut. Sangat bersalah. Wajah Neng Siti tampak muram, dia pulang sendiri ke rumahnya. Menjelang malam, saya SMS lagi Sri soal kehilangan ini. Dia tak membalas SMS saya. Benarkah dia marah? Di kantor, saya sendirian, tak bisa memejamkan mata. Saya sangat terpukul oleh kejadian ini. Saya tak bisa tidur. Pikiran saya kacau. Saya merasa sepi dan nyeri, sepanjang malam…
Keesokan harinya, saya akhirnya tahu, ternyata semua kejadian mengagetkan, menyedihkan dan membingungkan di tanggal 15 April sudah direncanakan oleh teman-teman di Sapa Institut. Laptop dan kamera sengaja disembunyikan oleh Budi di rumah Sri. Mereka sengaja melakukan semua itu di hari ulang tahun saya. Saya kesal bukan main sudah dikerjain segila itu, membuat saya stress semalaman. Beberapa menit lamanya saya menumpahkan kekesalan saya di hadapan mereka, sampai akhirnya Sri menyuruh kami untuk datang ke rumahnya karena ada rapat mendadak. Di tengah jalan, tiba-tiba Budi mendorong saya, dan saya jatuh ke sawah berlumpur. Basahlah, kotolah baju dan celana saya. Belum juga sempat bangkit, tiba-tiba seember air menyiram wajah saya. Entah air apa. Tampak si Jahanam Budi sang Eksekutor tiba-tiba menyiram saya dengan seember air comberan. Bau sekali. Lihatlah, mereka cekikikan melihat saya dalam keadaan kotor dan tak berdaya di kubangan lumpur sawah.
Dengan susah payah saya keluar dari lumpur dan merangkak naik. Tiba-tiba, dari rumah Sri keluar teman-teman Sapa membawa kue bolu cokelat yang indah. Di atasnya ada lilin sepasang angka umur saya, menyala indah. Tuhan, disaat saya sangat merasa sendirian akhir-akhir ini, sangat merasa sepi, ternyata masih ada orang-orang yang membuat kejutan mengharukan seperti ini, justru ketika mereka dalam keadaan sibuk sekalipun. Terima kasih semuanya. Terima kasih, Tuhan. Saya sangat bahagia. Saya terharu. Sesuatu menggenang di kedua mata saya. Langit tiba-tiba jadi terlihat basah…

PROFIL KELURAHAN TELUK MAKMUR KECAMATAN MEDANG KAMPAI KOTA DUMAI



VISI DAN MISI

I.      VISI PEMBANGUNAN DAERAH KOTA DUMAI

Visi pembangaun daerah merupakan pandangan ke depan yang menggambarkan arah dan tujunan yang ingin dicapai guna menyamakan komitmen seluruh pihak yang berkepentingan dalam menjalankan roda pemerintahan dan melaksanakan pembangunan Kota Dumai.
Visi pembangunan Kota Dumai yang hendak diwujudkan  pada masa depan adalah : "TERWUJUDNYA KOTA DUMAI SEBAGAI PUSAT PELAYANAN DI KAWASAN PANTAI TIMUR SUMATERA MERUPAKAN PENGGERAK KEMAJUAN EKONOMI DAN BUDAYA MELAYU PADA TAHUN 2020"

II.   MISI PEMBANGUNAN DAERAH KOTA DUMAI.

Misi pembangunan Kota Dumai untuk merealisasikan Visi pembangunan di atas adalah

  1. Meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi serta mamperkuat struktur perekonomian yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan melalui pengembangan sektor unggulan yaitu sektor Industri, Perdagangan, transfortasi dan Jasa.
  2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang tangguh dan profesional yang dilandasi kualitas Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sereta kemampuan dalam penguasaan teknologi yang dapat diandalkan.
  3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur baik yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan pada masyarakat maupun untuk mendorong perkembangan Kota Dumai ke arah yang dikehendaki.
  4. Mengembangkan kemanpuan pemerintah Kota agar terujudnya Pemerintah yang baik (Good Government) dan terciptanya pemerintah yang bersih  KKN (Clean Government), berwibawa dan mampu memberikan pelayanan yang efisien, efektif dan memuaskan masyarakat.
  5. Mengembangkan Budaya Melayu sebagai Jati Diri Kota Dumai guna memotivasi peran serta masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan memfilter budaya asing yang tidak sesuai dengan kaidah dan budaya tempatan.


    1. Kondisi Fisik
               Kota Dumai terletak pada posisi antara 1023’ – 1024’23” Bujur Timur dan 101023’37” – 101028’13” Lintang Utara Kota Dumai mempunyai luas 2300 km2 dengan batas wilayah sebagai berikut :
  1. Sebelah Utara berbatas dengan Selat Rupat
  2. Sebelah Timur berbatas dengan Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
  3. Sebelah Selatan berbatas dengan Kecamatan Mandau dan Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
  4. Sebelah Barat berbatas dengan Kecamatan Tanah Putih dan Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir.
Kota Dumai sebagian terdiri darri dataran rendah di bagian Utara dan sebagian daratan tinggi di sebelah Selatan. Pada dataran tinggi terdiri dari tanah merah kuning dari batuan endapan dan dataran rendah terdiri dari tanah liat humus yang basah dan bentuk rawa-rawa. Dan Dumai beriklim tropis dan meliki musim panas dan hujan.
Daerah Dumai memiliki 16 sungai dan diantaranya ada tiga sungai yang panjang yaitu Sungai Buluala, Sungai Mesjid dan Sungai Penepis, sedangkan di tengah kota dilintasi Sungai Dumai yang tidak terlalu panjang.
Kota Dumai merupakan salah satu kota hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis sesuai dengan Undang-Undang nomor 16 Tahun 1999 Kota Dumai terdiri dari lima kecamatan yaitu Kecamatan Dumai Timur, Kecamatan Dumai Barat, Kecamatan Bukit Kapur, Medang Kampai dan Kecamatan Sungai Sembilan, dengan jumlah kelurahan 32 kelurahan.
Kecamatan Medang Kampai berada sebelah Timur Kota Dumai yang berbatas dengan Kabupaten Bengkalis. Yang memiliki empat Kelurahan mulai yang paling timur yaitu Kelurahan Pelintung, Kelurahan Guntung, Kelurahan Teluk Mkamur dan yang bagian barat Kelurahan Mundam yang berbatas dengan Kecamatan Dumai Timur.
Teluk makmur merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Medang Kampai, terletak di tengah Kecamatan Medang Kampai, sebelah Timur berbatas dengan Kelurahan Guntung, sebelah Barat berbatas dengan Kelurahan Mundan, sebelah Utara berbatas dengan Selat Rupat dan sebelah Selatan berbatas dengan Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.
Kondisi tanah di Kelurahan Tekuk Makmur sebelah Utara tanah liat berjarak 2 km dari bibir pantai dan sebelah tengah kondisi tanah campuran pasir bulan dan gambut dan sebelah Selatan kondisi tanah gambut luas wilayah 3120 ha

B.      Potensi Kelurahan

Dari kondisi tanah Kelurahan Teluk Makmur sebahagian besar bertanah gambut, hanya sebelah utara bertanah liat yaitu berjarak 2 km dari bibir pantai dan sebelah utara ini dikadikan pemukiman penduduk dan sebelah selatan perkebunan. Wilayah Kelurahan ini dibagi atas enam Rukun Tetangga (6 RT)
1.       Sumber Daya Manusia
Jumlah Penduduk Kelurahan Teluk Makmur                  :  2.374 jiwa
Jumlah Kepela Keluarga                                                :     533 kk
                                Laki-laki                                        :  1.233 jiwa
                                Perempuan                                     :  1.141 jiwa
Jumlah penduduk usia angkatan kerja (18-56)                 :  1.320 jiwa
Jumlah usia sekolah                                                         :    585 jiwa
Jumlah anak Balita                                                           :    324 jiwa
Jumlah penduduk lanjut usia diatas 56 thn                         :    145 jiwa
Jumlah penduduk angkatan kerja yang buta aksara adalah 32 jiwa
Tingkat ekonomi masyarakat digolongkan Menengah

2.       Potensi Wilayah
Kelurahan Teluk Makmur berjarak tujuh (7) km dari pusat kota Dumai dan Kantor Kecamatan Medang Kampai terletak di kelurahan ini. Wilayah kelurahan ini banyak dijadikan perkebinan terutama perkebunan sawit. Jumlah perkebunan seluas 1.737 ha
Perkebunan rakyat                       : 1.507 ha
Perkebunan swasta                       :    230 ha
Lahan terlantar                              :    345 ha
Untuk tanaman holtikultura tidak seluas perkebunan dimana luas wilayah untuk tanaman muda ini adalah ;
Semangka                                   :  3 ha
Cabai                                          :  9 ha
Ubi kayu (singkong)                     :  3 ha
Penduduk kelurahan ini yang memiliki usaha atau mata pencarian di bidang perternakan baik sekala kecil atau tradisional mau pun sekala menengah adalah
Peternak Sapi                          Pemilik 24 orang               populasi               : 131 ekor
Peternak kerbau                      Pemilik   1 orang               populasi               :     7 ekor
Peternak kambing                    Pemilik 30 orang               populasi               : 145 ekor
Peternak ayam kampung          Pemilik 535 orang            populasi               :  3.500 ekor
Peternak ayam boiler               Pemilik   5 orang               populasi               :  4.000 ekor
Peternak bebek                       Pemilik   7 orang               populasi               :    91 ekor
Peternak angsa                        Pemilik   6 orang               populasi               :    41 ekor
Peternak walet                         Pemilik   1 orang               populasi               :    40 ekor

Karena Kelurahan Teluk Makmur berada di Selat Rupat dan memiliki sebuah Sungai yaitu Sungai Kemeli, maka kehidupan masyarakat ada yang mengantungkan hidupnya pada tangkapan ikan atau nelayan sebanyak 13 orang, dan memiliki tiga (3) buah rumah makan. Meliki pengrajin tikar pandan

C.      Kelembagaan
Kelurahan Teluk makmur merupakan kelurahan di tengah Kecamatan Medang Kampai oleh karena itu ibu kota Kecamatan Medang Kampai terletak di kelurahan ini dan ada lembaga lainnya yang berada di Kelurahan Teluk Makmur ini.
Kantor ke;embagaan yang ada di Kelurahan Medang Kampai
1.       Kantor Kecamatan Medang Kampai
2.       Puskesmas Kecamatan layanan 24 jam
3.       Pusat kesehatan pembantu/kelurahan
4.       SMA Negeri 5 Dumai
5.       Sekolah Dasar Negeri  sebanyak 2 buah
6.       Taman Kanak-kanak (TK) sebayak 1 buah
7.       Lembaga pendidikan agama islam 2 buah
8.       Kantor Lembaga Adat Melayu tingkat Kecamatan
9.       Memiliki enam Rukun Tetangga

D.      Sarana lainnya
Untuk manjalankan aktifitas masyarakat Kelurahan Teluk Malmur memiliki sarana umum baik dibidang keagamaan maupun sosial masyarakat antara lain :
1.       Masjid                                 : 2 buah
2.       Mushalla                              : 3 buah
3.       Lapangan Volly                    : 4 buah
4.       Lapangan sepak bola            : 1 buah
5.       Sarana wisata pantai             : 2 buah
6.       Usaha Ekonomi Kelurahan    : 1 buah
7.       Posiandu                               : 3 buah
Dan dalam menjalankan  kehidupan sehari-hari masyarakat Kelurahan Teluk Makmur ini memenuhi kebutuhan air terditi dari :
Sumur Gali           : 424 unit
Sumur Bor           :   98 unit
Bak tadah hujan   : 515 unit
Sungai                  : 2 buah
Untuk memasak masyarakat masih menggunakan kayu bakar  423 kepala keluarga dan sarana penerangan telah menggunakan listrik dari PLN dan sarana transfortasi rata-rata menggunakan sepeda motor dimana kondisi jalan :
Jalan poros lintas Kota – Kabupatan      : Aspal
Jalan kota/kecamatan                             : Aspal 15 unit
Jalan kecamatan / timbunan sirtu             : 9 unit
Jalan semen beton                                  : 15 unit
Kondisi alam kelurahan ini sama dengan kondisi Indonesia bagian pesisir dimana mengenal dua musim yaitu musing hujan dan musim kemarau. Untuk musim hujan dimulai pada bulan September dan musim kemarau pada bulan Maret. Untuk nelayan pada bulan Pebruari dan Maret tidak dapat melaut karena ombak tinggi dan angin sangat kuat.

  

PETA KELURAHAN TELUK MAKMUR
KECAMATAN MEDANG KAMPAI
KOTA DUMAI

  



 Kegiatan Musyawarah Kelurahan Pertanggungjawaban Tahunan (MKPT) 2011
UEK-SP Tuah Bersamo Kelurahan Teluk Makmur









 Pemanfaat UEK-SP Tuah Bersamo Kelurahan Teluk Makmur





By   Syufri B.

Kamis, 11 Oktober 2012

Rapat Koordinasi

Rapat Koordinasi bersama Bpk Wali Kota Dumai yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Dumai Bpk. dr. Agus  Widayat bersama Pengelola UEK-SP Se Kota Dumai , Otoritas dan Pendamping Kelurahan yang diadakan pada tanggal 04 Oktober 2012 di Gedung Pendopo.



    

Visi, Misi dan Tujuan PPD

Visi dan Misi PPD

Visi PPD adalah mewujudkan masyarakat Riau yang sejahtera dan mandiri sesuai dengan Visi Riau 2020

Adapun Misi PPD adalah :

  • Mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi masyarakat dengan pemberian Dana Usaha Desa/Kelurahan,
  • Memperkuat kelembagaan masyarakat Desa/Kelurahan,
  • Mendorong pelembagaan sistem pembangunan partisipatif,
  • Mendorong peran aktif dinas sektoral untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa/kelurahan.

Tujuan Program PPD

Tujuan Program PPD adalah mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan ekonomi masyarakat dengan pemberian Dana Usaha Desa/Kelurahan menuju kemandirian Desa/Kelurahan.